Pusat Bantuan & FAQ

Temukan jawaban cepat seputar pemasangan, penggunaan, dan layanan CCTV kami.

Pertanyaan populer 30+ topik terjawab
Butuh bantuan langsung?

FAQ CCTV Bogor

FAQ Umum CCTV

Sistem CCTV (Closed Circuit Television) bekerja dengan kamera yang menangkap gambar analog atau digital, lalu mengirimkan sinyal melalui kabel (koaksial/UTP) atau secara nirkabel ke perangkat perekam (DVR untuk analog, NVR untuk IP). Rekaman disimpan di hard disk dan dapat diakses secara lokal melalui monitor atau jarak jauh via aplikasi smartphone/PC.

Biaya pemasangan umumnya berkisar antara Rp150.000 hingga Rp350.000 per titik (belum termasuk harga kamera dan kabel). Untuk pemasangan kamera IP dengan kabel jaringan atau instalasi di ketinggian, biaya bisa disesuaikan. Tim teknisi kami memberikan survei gratis dan rincian harga transparan.

Kami menyediakan berbagai tipe:
  • Analog HD (harga terjangkau, kualitas baik untuk malam hari)
  • IP Camera (resolusi tinggi, smart detection)
  • Dome & Bullet (indoor/outdoor, tahan cuaca)
  • PTZ (pan-tilt-zoom, kontrol jarak jauh)
  • Wireless CCTV (praktis tanpa kabel video)

Tentu! Setiap sistem CCTV modern kami dilengkapi fitur P2P atau DDNS. Anda bisa mengunduh aplikasi seperti Hik-Connect, HiLookVision, atau DMSS. Cukup scan QR code pada perekam, dan Anda bisa memantau live view, playback, serta menerima notifikasi motion detection langsung dari smartphone di mana pun.

Lama penyimpanan tergantung pada kapasitas hard disk, jumlah kamera, resolusi, dan frame rate. Sebagai gambaran: 4 kamera 2MP (1080p) dengan HDD 1TB dapat menyimpan rekaman sekitar 7โ€“10 hari untuk mode kontinyu. Dengan HDD 2TB Anda bisa mencapai 14โ€“20 hari. Kami juga menyediakan fitur motion recording untuk menghemat kapasitas.

Ya, CCTV bisa merekam suara namun dengan beberapa ketentuan:

โœ… Syarat CCTV bisa merekam suara:
  • Kamera memiliki built-in microphone - Beberapa kamera IP dan analog HD sudah dilengkapi mic internal
  • Menambahkan microphone eksternal - Untuk kamera yang tidak memiliki mic, bisa ditambahkan mic external yang terhubung ke DVR/NVR
  • DVR/NVR mendukung input audio - Pastikan perekam memiliki port audio input (biasanya RCA atau terminal blok)
  • Penyimpanan cukup - Rekaman suara membutuhkan kapasitas hard disk tambahan
Tipe CCTV Kemampuan Rekam Suara Keterangan
Kamera Analog Biasa โœ– Tidak Hanya merekam video, tidak ada jalur audio
Kamera Analog HD (HD-TVI/CVI/AHD) โœ” Bisa (dengan mic eksternal) Perlu tambahan microphone yang terhubung ke DVR
Kamera IP (Network) โœ” Bisa (built-in atau eksternal) Banyak kamera IP sudah memiliki mic internal
Kamera WiFi/Cloud โœ” Umumnya sudah ada Kamera smart home seperti Eufy, Xiaomi, Tapo biasanya sudah 2-way audio
Pertimbangan Hukum:

Di Indonesia, merekam suara tanpa sepengetahuan orang yang direkam dapat melanggar privasi sesuai UU ITE. Rekomendasi kami:

  • Pasang stiker pemberitahuan bahwa area memantau video & audio
  • Hindari merekam suara di area sensitif seperti kamar mandi, ruang ganti, atau ruang konsultasi privat
  • Untuk toko/kantor, informasikan ke karyawan dan pengunjung melalui papan pengumuman
Rekomendasi Produk kami:
  • CCTV dengan built-in mic - Hikvision DS-2CD1023G0E-I (kamera IP 2MP dengan audio)
  • Microphone eksternal - Mic RCA profesional untuk DVR (harga mulai Rp 75.000)
  • Kamera dengan 2-way audio - Bisa bicara dua arah (cocok untuk pos satpam atau interkom)

Kesimpulan: CCTV BISA merekam suara jika menggunakan kamera IP atau analog HD yang dilengkapi mic, serta DVR/NVR yang mendukung input audio. Untuk kebutuhan standar, kami sarankan memilih kamera IP dengan built-in microphone agar instalasi lebih praktis.

Sangat legal, asalkan pemasangan tidak melanggar privasi pribadi (misalnya di kamar mandi, ruang ganti karyawan). Sebaiknya pasang stiker pemberitahuan bahwa area terpantau CCTV. Untuk lingkungan publik, kamera hanya boleh merekam area akses umum. Kami selalu memberikan konsultasi kepatuhan sesuai regulasi.

Untuk pengguna yang memiliki pengetahuan dasar listrik dan jaringan, Anda bisa melakukan pemasangan sendiri dengan paket DIY yang kami sediakan (lengkap dengan kabel dan adaptor). Namun untuk hasil maksimal dan menghindari risiko kesalahan, disarankan menggunakan teknisi kami. Layanan teknisi juga memberikan setting jarak jauh serta pengecekan titik buta.

Gunakan kain mikrofiber lembut dan kering untuk membersihkan lensa. Jangan menyemprotkan cairan langsung ke kamera. Untuk bagian housing, lap dengan kain sedikit lembab. Periksa kabel dan konektor setiap 3 bulan. Pastikan tidak ada sarang laba-laba di sekitar lensa malam hari yang mengganggu infrared.

Ya, CCTV tetap dapat merekam meskipun koneksi internet mati. Rekaman disimpan langsung ke hard disk pada DVR atau NVR. Internet hanya diperlukan jika Anda ingin memantau CCTV dari smartphone atau komputer secara jarak jauh. Setelah koneksi internet kembali normal, fitur monitoring online dapat digunakan kembali seperti biasa.

  • 2MP (1080p) โ€“ cukup untuk melihat aktivitas umum, harga ekonomis.
  • 4MP (1440p) โ€“ detail lebih baik, cocok identifikasi wajah/plat nomor jarak dekat.
  • 5MP & 8MP (4K) โ€“ sangat tajam, zoom digital tetap jernih, cocok area luas seperti parkiran.
Kami merekomendasikan 4MP sebagai standar terbaik untuk keamanan rumah dan toko.

CCTV terbaik untuk rumah tergantung pada budget, jumlah kamera, dan fitur yang dibutuhkan. Berikut rekomendasi kami berdasarkan berbagai kategori:

โญ Rekomendasi CCTV Rumah per Kategori:
Kategori Merek Rekomendasi Keunggulan Estimasi Harga
Budget Terbatas (< Rp 1 Juta/kamera) Xiaomi / Imou / Tapo - Mudah pasang sendiri (WiFi)
- Aplikasi user friendly
- Fitur AI motion detection
Rp 300k - 800k/kamera
Value for Money Ezviz / Hikvision Value Series - Kualitas gambar tajam (2MP-4MP)
- Malam hari bagus (EXIR)
- Garansi resmi
Rp 800k - 1.5jt/kamera
Premium / High Quality Hikvision Pro / Dahua Pro - Resolusi 4MP-8MP (4K)
- Fitur AI canggih (wajah, kendaraan)
- Warna malam (ColorVu/Full-Color)
Rp 1.5jt - 3jt/kamera
Wireless / Plug & Play Ezviz / Xiaomi / Reolink - Tanpa kabel video (WiFi)
- Pemasangan super mudah
- Bisa pakai baterai/solar
Rp 500k - 2jt/kamera
Rekaman Lokal + Cloud Hikvision / Ezviz / Imou - Penyimpanan microSD + cloud
- Akses remote stabil
- Notifikasi gerakan cepat
Rp 1jt - 2.5jt/kamera
๐Ÿ  Rekomendasi Paket CCTV Rumah Berdasarkan Ukuran & Budget:
Tipe Rumah Rekomendasi Paket Spesifikasi Estimasi Harga
Rumah Minimalis (Type 36)
4 kamera
Ezviz C1C + Hikvision DVR - 4 kamera 2MP (1080p)
- DVR 4 channel H.265
- HDD 1TB (7-10 hari)
Rp 2.5 - 3.5 juta
Rumah Menengah (Type 54-90)
6 kamera
Hikvision Value + NVR - 6 kamera 4MP (1440p)
- NVR 8 channel PoE
- HDD 2TB (14-20 hari)
Rp 5 - 7 juta
Rumah Besar / 2 Lantai
8 kamera
Dahua Pro + ColorVu - 8 kamera 4MP full-color malam
- NVR 16 channel
- HDD 4TB (21-30 hari)
Rp 9 - 12 juta
Rumah Mewah / Premium
8-12 kamera
Hikvision AcuSense 4K - Kamera 8MP (4K)
- Fitur AI human/vehicle detection
- Aksesoris lengkap
Rp 15 - 25 juta
๐Ÿ” Fitur yang Harus Diperhatikan untuk CCTV Rumah:
Resolusi Minimal 2MP

1080p cukup untuk identifikasi wajah. 4MP untuk hasil lebih tajam.

Malam Hari Jelas

Pilih IR (infrared) atau full-color seperti ColorVu untuk malam hari.

Akses HP Mudah

Aplikasi stabil seperti Hik-Connect, Ezviz, atau Mi Home.

Rekomendasi Terbaik Kami untuk CCTV Rumah:
  • ๐Ÿ† Paling Populer & Terjangkau: Ezviz C1C / C3N + DVR Hikvision (total 4-6jt sudah sangat mumpuni)
  • ๐Ÿ† Kualitas Gambar Terbaik: Hikvision ColorVu 4MP (malam hari berwarna seperti siang)
  • ๐Ÿ† Termudah Pasang Sendiri: Xiaomi Imou / Tapo WiFi (colok listrik + scan QR code)
  • ๐Ÿ† Paling Canggih (AI): Hikvision AcuSense (hanya merekam manusia/kendaraan, abaikan hewan & daun bergoyang)
Tips Memilih CCTV Rumah:
  • Pilih DVR/NVR minimal 4 channel jika nanti ingin tambah kamera
  • Gunakan HDD khusus CCTV (Surveillance Grade) lebih tahan continuous recording
  • Pastikan ada garansi resmi minimal 1 tahun
  • Pilih yang support H.265+ untuk menghemat storage hingga 50%
  • Untuk area outdoor pastikan IP66/IP67 tahan air & debu
Kesimpulan:
Untuk rumah standar (type 45-90), kami sarankan paket Hikvision 4 kamera 2MP atau 4MP dengan NVR PoE atau DVR. Budget sekitar Rp 3-5 juta sudah termasuk pemasangan. Jika ingin hemat dan praktis, pilih Xiaomi atau Imou WiFi. Jika ingin kualitas terbaik dengan fitur AI, pilih Hikvision AcuSense atau Dahua WizSense.

Hubungi tim kami untuk konsultasi gratis survei lokasi dan rekomendasi paling sesuai dengan kebutuhan rumah Anda!

Lakukan pengecekan awal:
  1. Pastikan stop kontak dan adaptor power berfungsi (cek lampu indikator).
  2. Periksa kabel power pada DVR/NVR dan kamera.
  3. Coba restart perangkat perekam.
  4. Jika masih masalah, segera hubungi support kami untuk jadwal perbaikan garansi.

FAQ Pemasangan CCTV

Sebelum pemasangan CCTV, siapkan hal-hal berikut:
  • Titik strategis - Tentukan area yang ingin dipantau (pintu masuk, ruang server, dll)
  • Sumber listrik - Pastikan ada stop kontak di dekat DVR/NVR
  • Perangkat lengkap - Kamera, DVR/NVR, hard disk, kabel BNC/UTP, adaptor, dan konektor
  • Alat bantu - Bor, obeng, tang, kabel ties, dan tangga jika perlu
  • Monitor atau akses jaringan untuk setting awal

Berikut standar jarak maksimal kabel CCTV:
  • Kabel Coaxial RG6/RG59 - Maksimal 300 meter untuk sinyal video analog
  • Kabel UTP/STP (untuk IP camera / CCTV over Cat5e/Cat6) - Maksimal 100 meter (standar Ethernet)
  • Kabel Power DC - Maksimal 30-50 meter tergantung daya kamera
  • Untuk jarak lebih jauh, gunakan fiber optic atau extender/booster sinyal

Untuk pemasangan outdoor, pastikan:
  1. Kamera memiliki rating IP66 atau IP67 (tahan debu dan air)
  2. Gunakan junction box atau housing tambahan untuk melindungi konektor kabel
  3. Pastikan sambungan kabel dilapisi isolasi tahan air atau lem tembak
  4. Pilih kamera dengan fitur IK10 (anti vandal) jika di tempat rawan
  5. Kamera kami (seri Outdoor Bullet/Dome) sudah memiliki sertifikasi IP67 siap hujan panas

Rekomendasi jumlah kamera berdasarkan luas rumah:
  • Rumah minimalis (type 36-54) - 3-4 kamera: pintu depan, belakang, garasi, ruang tamu
  • Rumah besar (2 lantai) - 6-8 kamera: tambahan di tangga, koridor, halaman samping
  • Toko atau ruko - 4-6 kamera: kasir, rak barang, pintu masuk, belakang toko
  • Kantor atau gudang - disesuaikan dengan jumlah pintu & area rawan
Konsultasikan gratis dengan tim kami untuk menentukan titik optimal.

Estimasi waktu pemasangan:
  • 4 kamera (rumah standar) - 3-5 jam
  • 8 kamera (rumah besar/ruko) - 6-8 jam
  • 16+ kamera (gudang/kantor besar) - 1-2 hari
  • Pemasangan wireless (tanpa kabel video) - lebih cepat, sekitar 2-3 jam
Tim teknisi kami bekerja cepat namun tetap rapi dan bersih.

Berikut langkah setting dasar CCTV:
  1. Pasang hard disk ke DVR/NVR (jika belum terpasang)
  2. Nyalakan DVR dan sambungkan ke monitor via VGA/HDMI
  3. Masuk ke menu setting (biasanya password default admin/12345)
  4. Format hard disk untuk pertama kali
  5. Atur jadwal rekaman (continuous/motion detection)
  6. Sambungkan ke jaringan internet (kabel LAN atau WiFi)
  7. Install aplikasi (Hik-Connect/HiLookVision) di smartphone
  8. Scan QR code dari DVR untuk akses jarak jauh
Kami berikan panduan lengkap video tutorial untuk setiap pembelian.

FAQ Teknis CCTV

Penyebab dan solusi gambar buram:
  • Lensa kotor/debu - Bersihkan dengan kain mikrofiber kering
  • Fokus tidak tepat - Putar ring fokus pada lensa kamera (untuk varifocal)
  • Resolusi terlalu rendah - Setting resolusi lebih tinggi di menu DVR (720p/1080p)
  • Kualitas kabel jelek - Ganti kabel coaxial/UTP yang lebih baik
  • Cahaya kurang - Pastikan kamera memiliki IR malam yang berfungsi
  • Kondensasi/embun - Cek housing kamera, pastikan seal kedap air

Pastikan pengaturan berikut benar:
  1. Fitur motion detection AKTIF di menu DVR/NVR
  2. Sensitivitas diatur antara 50-80% (jangan terlalu rendah)
  3. Area deteksi dipilih (bisa coret area yang tidak perlu seperti pohon bergoyang)
  4. Interval rekaman diatur 5-10 detik agar tidak terlalu pendek
  5. Jadwal motion detection (misalnya non-aktif saat jam kerja jika perlu)
  6. Notifikasi push di aplikasi smartphone harus diaktifkan

Kemungkinan penyebab:
  • Daya tidak stabil / drop tegangan - Gunakan adaptor dengan daya lebih besar atau UPS
  • Kabel power terlalu panjang - Tegangan turun, solusi gunakan kabel lebih tebal atau power injection
  • Adaptor rusak/lemah - Ganti adaptor baru minimal 2A per kamera
  • Lampu IR menyala menarik daya lebih besar - Pastikan power supply cukup untuk beban IR
  • Sambungan kendor karena pemuaian suhu - Periksa dan kencangkan konektor

DVR (Digital Video Recorder) dan NVR (Network Video Recorder) adalah dua jenis perekam CCTV yang berbeda:

Aspek DVR NVR
Jenis Kamera Kamera Analog (HD-TVI, CVI, AHD, CVBS) Kamera IP (Internet Protocol)
Jenis Kabel Kabel Coaxial (RG59/RG6) + kabel power terpisah Kabel UTP/STP Cat5e/Cat6 (Power over Ethernet - PoE)
Pemrosesan Sinyal Mengubah sinyal analog ke digital di dalam DVR Menerima data digital langsung dari kamera IP
Resolusi Maksimal Umumnya hingga 4K (8MP) untuk analog HD Hingga 4K, 8K, atau lebih tinggi (12MP/16MP)
Kelebihan - Harga lebih terjangkau
- Instalasi sederhana
- Kabel coaxial tahan sampai 300m tanpa extender
- Kualitas gambar lebih tajam
- Satu kabel untuk video, audio, dan power (PoE)
- Fitur smart detection lebih canggih
Kekurangan - Resolusi terbatas
- Kabel power terpisah merepotkan
- Fitur AI terbatas
- Harga lebih mahal
- Jarak kabel maksimal 100 meter (tanpa switch tambahan)
Biaya Instalasi Lebih rendah (peralatan dan kabel murah) Lebih tinggi (kamera IP dan switch PoE)
Rekomendasi kami:
  • Pilih DVR jika budget terbatas, area pemasangan luas (jarak jauh), atau upgrade dari sistem analog lama.
  • Pilih NVR jika menginginkan kualitas gambar terbaik, fitur AI (face recognition, vehicle detection), dan instalasi lebih rapi tanpa banyak kabel.
  • Sistem Hibrid (HDVR) juga tersedia jika ingin menggunakan campuran kamera analog dan IP.

Cara reset password CCTV:
  1. Cari tombol reset di bodi DVR/NVR (biasanya lubang kecil berlabel RESET)
  2. Tekan dan tahan 10-15 detik sambil DVR menyala
  3. Setelah reset, password kembali ke default (admin / 12345 atau kosong)
  4. Alternatif - Gunakan fitur "Forgot Password" di aplikasi dengan kode keamanan
  5. Jika tetap gagal, hubungi support kami untuk bantuan remote reset

Solusi untuk HDD penuh:
  • Aktifkan fitur Overwrite/Cycle Recording - Rekaman otomatis menimpa rekaman paling lama
  • Hapus rekaman lama manual - Bisa melalui menu playback, pilih tanggal lalu delete
  • Tambah hard disk eksternal atau ganti dengan kapasitas lebih besar (2TB/4TB)
  • Gunakan penyimpanan cloud sebagai backup (rekaman terbaru tetap tersimpan)
  • Atur resolusi lebih rendah atau kurangi jumlah kamera yang full time rekam

Langkah troubleshooting koneksi jarak jauh:
  1. Pastikan DVR/NVR terhubung kabel LAN ke modem/router (indikator lampu menyala)
  2. Setting IP menggunakan DHCP (Otomatis) di menu network DVR
  3. Cek koneksi internet modem dengan perangkat lain (HP/Laptop)
  4. Pastikan QR code atau P2P ID discan dengan benar di aplikasi
  5. Jika perlu, lakukan port forwarding di router (port 8000, 554, 37777)
  6. Gunakan fitur UART/Cloud Upgrade jika tersedia
  7. Hubungi tim support untuk bantuan remote setting

Kebutuhan internet untuk CCTV tergantung pada beberapa faktor: jumlah kamera, resolusi, frame rate, dan apakah Anda hanya monitoring sesekali atau 24/7 remote viewing.

๐Ÿ“Š Tabel kebutuhan bandwidth upload (untuk akses jarak jauh):
Resolusi Kamera Bitrate per Kamera 4 Kamera 8 Kamera 16 Kamera
2MP (1080p) 1-2 Mbps 4-8 Mbps 8-16 Mbps 16-32 Mbps
4MP (1440p) 2-4 Mbps 8-16 Mbps 16-32 Mbps 32-64 Mbps
5MP 3-5 Mbps 12-20 Mbps 24-40 Mbps 48-80 Mbps
8MP (4K) 4-8 Mbps 16-32 Mbps 32-64 Mbps 64-128 Mbps
๐Ÿ“ก Rekomendasi paket internet berdasarkan penggunaan:
Skenario Kecepatan Upload Minimal Rekomendasi Paket
1-2 kamera (rumah kecil) 2-4 Mbps IndiHome 10 Mbps / FirstMedia 15 Mbps
4 kamera (rumah standar) 5-10 Mbps IndiHome 20-30 Mbps / MyRepublic 25 Mbps
8 kamera (toko/kantor kecil) 15-25 Mbps IndiHome 50 Mbps / Biznet 50 Mbps
16+ kamera (gudang/kantor besar) 30-50 Mbps Dedicated internet / Fiber 100+ Mbps
Cloud recording (24/7 upload) +50% dari tabel di atas Rekomendasi unlimited & stabil
Tips menghemat bandwidth:
  • Gunakan sub-stream untuk remote viewing (resolusi lebih rendah, misal 480p/720p)
  • Aktifkan motion detection - Bandwidth hanya terpakai saat ada gerakan
  • Turunkan frame rate dari 30fps ke 15-20fps (masih cukup halus)
  • Gunakan H.265/H.265+ codec - Hemat bandwidth hingga 50% dibanding H.264
  • Batasi akses remote hanya saat dibutuhkan, bukan 24/7 streaming
Penting diketahui:
  • Kecepatan yang perlu diperhatikan adalah UPLOAD, bukan download. Cek speedtest internet Anda.
  • Jika internet mati, CCTV tetap merekam secara lokal ke hard disk (tidak masalah).
  • Untuk akses P2P (via aplikasi seperti Hik-Connect), kebutuhan bandwidth lebih rendah karena relay server.
  • Koneksi yang stabil (low latency/ping) lebih penting daripada kecepatan tinggi untuk akses realtime.
Rumus sederhana menghitung kebutuhan upload:
Bandwidth Upload (Mbps) = (Jumlah Kamera ร— Bitrate per Kamera Mbps) ร— 1.2 (buffer)
Contoh: 4 kamera ร— 2 Mbps = 8 Mbps ร— 1.2 = ~10 Mbps upload

Kesimpulan: Untuk rumah dengan 4 kamera 2MP, internet dengan kecepatan upload 5-10 Mbps sudah cukup untuk remote viewing lancar. Jika menggunakan cloud recording atau kamera resolusi tinggi, sesuaikan dengan tabel di atas. Kami sarankan minimal paket 20-30 Mbps (IndiHome/Biznet/FirstMedia) untuk pengalaman optimal.

FAQ Garansi dan Maintenance

Seluruh produk CCTV kami memiliki garansi kerusakan komponen selama 1 tahun (hardware). Garansi servis pemasangan 6 bulan. Untuk konsultasi teknis dan bantuan konfigurasi ulang, kami berikan dukungan gratis seumur hidup melalui WhatsApp dan telepon.

Syarat klaim garansi:
  • Menunjukkan kartu garansi yang masih berlaku
  • Menunjukkan nota atau invoice pembelian asli
  • Produk tidak dimodifikasi atau dibuka sendiri
  • Tidak terkena air/cairan, sambaran petir, atau bencana alam
  • Kerusakan murni karena cacat pabrik (bukan fisik atau kelalaian pemakaian)
  • Produk dikembalikan lengkap dengan aksesoris (adaptor, remote, dll)

Proses klaim garansi kami:
  1. Hubungi Customer Service melalui WhatsApp atau telepon, jelaskan kerusakan
  2. Kirim foto/video kerusakan untuk verifikasi awal (jika memungkinkan)
  3. Jika disetujui, kirim unit ke service center kami (bisa via JNE/Pos)
  4. Atau teknisi datang ke lokasi untuk perbaikan (khusus area Bogor & Jabodetabek)
  5. Perbaikan memakan waktu 3-7 hari kerja tergantung suku cadang
  6. Setelah selesai, unit dikirim kembali atau teknisi pasang ulang

Jadwal perawatan rutin yang disarankan:
  • Setiap bulan: Bersihkan lensa kamera dengan kain mikrofiber, cek tidak ada sarang laba-laba
  • Setiap 3 bulan: Periksa kabel dan konektor, pastikan tidak longgar atau korosi
  • Setiap 6 bulan: Cek suhu DVR/NVR (pastikan kipas berfungsi), backup konfigurasi
  • Setiap tahun: Update firmware ke versi terbaru, bersihkan debu dalam DVR, test hard disk health
  • Jika ada alarm disk error: Segera ganti hard disk untuk menghindari kehilangan rekaman

Layanan purna jual yang kami berikan:
  • Konsultasi teknis gratis via WhatsApp (seumur hidup)
  • Bantuan setting ulang jika lupa password atau konfigurasi error
  • Diskon khusus untuk penambahan unit kamera di masa depan
  • Update firmware dan panduan fitur terbaru
  • Layanan on-site (berbayar) untuk perbaikan di luar garansi dengan harga khusus pelanggan
  • Tutorial video lengkap untuk setting mandiri

Biaya perbaikan pasca garansi:
  • Biaya diagnosa & jasa teknisi - Mulai Rp 100.000 (onsite) / Rp 50.000 (service center)
  • Suku cadang - Disesuaikan dengan kerusakan (adaptor Rp 75k - 150k, hard disk sesuai pasar, dll)
  • Setting ulang / instalasi ulang - Gratis jika masih menggunakan unit kami
  • Diskon loyalitas - 10% untuk pelanggan yang sudah pernah membeli produk kami
  • Semua biaya transparan dan disepakati sebelum perbaikan dilakukan

Hard disk memiliki garansi terpisah biasanya 1-2 tahun tergantung merk (Seagate/WD). Jika tidak terdeteksi:
  1. Coba lepas pasang kabel SATA dan power hard disk
  2. Masuk menu DVR/NVR, lakukan format hard disk (data akan hilang)
  3. Jika tetap tidak terdeteksi, kemungkinan hard disk rusak/bad sector
  4. Bawa hard disk ke service center untuk test dan klaim garansi (jika masih dalam masa garansi)
  5. Rekomendasi: Gunakan hard disk khusus CCTV (Surveillance Grade) yang lebih tahan panas dan continuous writing

Tidak menemukan jawaban yang Anda cari?

Tim ahli kami siap membantu Anda 24/7 melalui berbagai saluran komunikasi

Kirim Pesan Langsung